DARMAKRADENAN.COM- Pembangunan Jembatan Garuda atau jembatan gantung yang melintasi Sungai Tajum di Dusun Kesal, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama pada Selasa (31/3) siang.
Prosesi groundbreaking dilakukan oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat melalui Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Edward Deru Saka Samosir bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Banyumas, unsur TNI, serta masyarakat setempat.
Dandim 0701/Banyumas Letkol Inf Edward Samosir menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat, khususnya warga Dusun Kesal yang selama ini mengalami kesulitan saat melintasi Sungai Tajum, terutama ketika debit air meningkat.
“Jembatan Garuda ini merupakan salah satu pembangunan di wilayah Banyumas yang sebelumnya telah diusulkan. Kami berharap dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama untuk mendukung aktivitas warga dan anak-anak sekolah,” ujarnya.
Jembatan gantung tersebut direncanakan memiliki panjang 55 meter dengan lebar sekitar 1,2 hingga 1,5 meter. Infrastruktur ini akan difungsikan untuk menunjang mobilitas warga, mulai dari kegiatan pendidikan, pekerjaan, hingga distribusi hasil pertanian.
Selain kegiatan seremoni, acara juga diisi dengan layanan sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat berusia 18 tahun ke atas. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas melalui Puskesmas 1 Ajibarang sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan warga.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat. Pemerintah Desa Darmakradenan bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga bergotong royong menyiapkan lokasi acara serta berbagai fasilitas pendukung guna memastikan kegiatan berjalan lancar.
Salah satu warga, Karsiwen (56), mengungkapkan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat.
“Alhamdulillah, saya sangat senang. Jembatan ini sudah lama kami tunggu. Selama ini anak-anak harus menyeberang sungai dan sering dibantu orang tua. Saat banjir, kondisinya sangat berbahaya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Darmakradenan, Imam WS, menyatakan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Ini menjadi harapan besar bagi warga kami, tidak hanya untuk mempermudah akses tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami sangat berterima kasih atas dukungan semua pihak,” ungkapnya. (**)
darmakradenan.com